Tampilkan postingan dengan label Tips Finansial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Finansial. Tampilkan semua postingan

6 Cara Agar Bisa Berhemat & Menabung

Jakarta - Berhemat sehingga bisa menyisihkan uang untuk ditabung memang hal yang sulit untuk dilakukan. Banyaknya pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, membuat Anda sulit menyisakan sedikit uang Anda. 

Bahkan terkadang uang tersebut tidak mencukupi kebutuhan Anda. Sehingga muncul masalah keuangan yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental, selain itu juga menguji kemampuan Anda untuk menjadi pasangan, orang tua dan karyawan yang baik.

Berikut enam cara sederhana untuk menurunkan stres Anda dengan membuat beberapa perubahan sederhana yang bisa dilakukan agar bisa berhemat dan menabung, seperti dikutip dari She Knows:

1. Jual barang-barang lama

Anda dapat membuat garage sale dengan menjual barang-barang dan pakaian Anda yang sudah lama atau sudah tidak digunakan lagi. Untuk barang yang dijual dengan harga yang signifikan, maka Anda dapat menjualnya melalui kaskus atau eBay. Menjual barang-barang lama Anda yang sudah digunakan lagi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan uang yang lebih, sehingga Anda dapat menyisihkan uang untuk ditabung.

2. Membuat anggaran belanja

Membuat anggaran belanja merupakan cara yang sederhana bagaimana menghabiskan uang Anda dengan lebih disiplin. Anda dapat mengetahui rencana pengeluaran lebih jelas. Sehingga nantinya Anda tidak perlu terlibat hutang dan dapat menyisihkan uang untuk ditabung atau jalan-jalan bersama keluarga.

3. Membuat catatan belanjaan

Ketika Anda ingin pergi ke mal atau ke supermarket untuk belanja bulanan, pastikan Anda membuat catatan belanjaan terlebih dahulu dan jangan pernah meninggalkan rumah dengan perut kosong. Jika tidak makan terlebih dahulu, Anda akan mengeluarkan pengeluaran lebih untuk makan di restoran. Selain itu, sebaiknya Anda juga tidak perlu mengajak anak-anak ikut belanja bersama. Hal tersebut untuk menghindari adanya pengeluaran tak terduga.

4. Belanja saat diskon atau melalui online shop

Berbelanja saat diskon merupakan salah satu cara dimana Anda dapat membeli pakaian dengan model terbaru tanpa harus membayar dengan harga normal. Selain itu Anda juga dapat belanja melalui online shop. Dengan begitu Anda bisa lebih hemat dalam berbelanja, karena tak perlu ongkos perjalanan dan kemungkinan tergoda membeli yang lain jika ke mall. Namun sebelum Anda memutuskan untuk berbelanja melalui online shop, pastikan terlebih dahulu bahwa harga yang ditawarkan lebih murah dibanding harga ditoko dan jangan lupa menghitung harga barang yang ditawarkan dengan ongkos pengirimannya.

5. Bersenang-senang secara hemat

Apabila Anda pecinta film, pasti Anda akan mengeluarkan uang Anda dengan menonton film di bioskop. Salah satu cara agar Anda dapat menyisihkan uang Anda yaitu dengan menonton DVD di rumah. Selain sesekali menonton DVD di rumah, Anda juga bisa meminjam buku di perpustakaan tanpa harus membeli buku di toko buku. Dengan begitu Anda dapat meminimalisir pengeluaran Anda untuk bersenang-senang.

6. Jika bisa, buatalah sendiri

Anda baru saja mengetahui bahwa di dekat rumah Anda telah dibuka sebuah kedai kopi. Dengan begitu Anda langsung pergi ke kedai tersebut dan membeli minuman kopi dengan harga yang terbilang tidak murah. Hal ini yang dapat memicu Anda untuk menghamburkan uang Anda. Jika Anda dapat membuat kopi, sebaiknya Anda membuatnya sendiri tanpa harus membeli kopi di kedai kopi. Sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan uang lebih.

Terkadang hal-hal kecil bisa menentukan apakah Anda berhasil atau gagal dalam mengelola keuangan. Tapi dengan beberapa perubahan gaya hidup sederhana dan sedikit disiplinan diri, Anda dapat menabung dan berhemat cukup banyak uang setiap tahunnya.(rma/eny)
sumber:wolipop.com

9 Pertanyaan Penting Tentang Keuangan Sebelum Menikah

Jakarta - Sebelum menikah, tak sedikit orang yang terbuai dengan mimpi manis tentang kisah cinta yang berakhir bahagia selamanya. Namun pernahkah Anda membayangkan bahwa pernikahan bisa berakhir hanya karena masalah keuangan?

Survei yang dilakukan oleh American Psychological Association membuktikan, belakangan ini semakin banyak pasangan yang bercerai karena masalah keuangan. Survei ini juga mengungkapkan bahwa uang merupakan salah satu masalah terbesar yang memicu timbulnya stres dalam kehidupan rumah tangga.

Keuangan yang sehat adalah pondasi kuat untuk membangun sebuah kehidupan rumah tangga. Sebelum akhirnya Anda memutuskan untuk menikah, cobalah jawab pertanyaan berikut agar masalah keuangan tidak menjadi bumerang dalam rumah tangga Anda kelak.

1. Berapakah Skor Kredit Anda?
Skor kredit adalah sebuah angka yang menunjukkan kemampuan keuangan seseorang. Misalnya kemampuan bulanan untuk mencicil rumah ataupun tagihan-tagihan rutin. Banyak wanita dengan skor kredit bagus, menikahi pria dengan skor kredit buruk. Pada akhirnya hal ini akan memicu timbulnya masalah dalam rumah tangga.

Carmen Wong Ulrich, seorang perencana keuangan dan penulis buku 'The Real Living Cost' menyarankan untuk menanyakan hal ini terlebih dulu kepada pasangan sebelum menikah. Tanyakan juga alasan kenapa skor kreditnya buruk, apakah karena dia terlalu boros atau posisi di kantor kurang mendukung.

2. Apakah Anda Mempunyai Utang?
Pertanyaan ini sangat penting untuk diajukan. Apakah orang yang akan Anda nikahi mempunyai utang? Jika punya, utang sepeti apa itu? Apakah utang kartu kredit atau utang lain? Selain itu, tanyakan juga, apakah nantinya setelah menikah Anda harus ikut menanggung utang ini? Pastikan hal-hal seperti ini tidak akan menjadi masalah bagi Anda berdua dalam kehidupan mendatang.

3. Aset Apa yang Dimiliki?
Banyak orang yang tidak tahu berapa asetnya dan dalam bentuk apa saja. Apakah berupa rumah, tanah, emas, saham, obligasi atau reksadana. Anda perlu memastikan semua itu sebelum menikah, karena hal ini adalah sebuah gambaran untuk membangun masa depan bersama.

4. Apakah Anda Seorang yang Boros atau Hemat?
Sifat ini tentu sudah terlihat ketika pacaran, namun ada baiknya didiskusikan dengan pasangan agar lebih tahu mengenai karakteristik belanja masing-masing. Apakah anda pasangan yang sama-sama suka menabung? Atau pasangan yang sama-sama boros? Atau kombinasi suka menabung dan boros? Tentu saja hal ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

5. Apa yang Anda Inginkan 5-10 Tahun ke Depan?
Diskusikan kehidupan seperti apa yang Anda berdua inginkan, baik itu menyangkut penghasilan bersama dan tujuan bersama. Berapa rumah atau mobil yang ingin Anda berdua miliki? Berapa kali liburan yang akan Anda berdua lakukan selama setahun? Disini Anda perlu membuat penyesuaian keuangan bersama sehingga pada akhirnya bisa mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan di awal.

6. Berapa Anak yang Anda Inginkan?
Memiliki anak tentu impian semua pasangan, namun diskusi ini bukan tentang seperti apa anak Anda kelak. Biaya mengurus anak semakin hari semakin mahal, jadi sebelum menikah bicarakan terlebih dulu jumlah anak yang Anda berdua inginkan, biaya untuk merawat anak tersebut, apakah ada salah satu di antara Anda yang berhenti bekerja untuk mengurus anak, dan semua hal yang berhubungan dengan itu. Ini akan menjadi pembicaraan yang cukup sulit mengingat hal ini belum terjadi, tapi sebaiknya Anda harus mempunyai persiapan yang matang untuk membangun sebuah keluarga.

7. Bagaimana Anda Akan Berbagi Tanggung Jawab?
Tanggung jawab keuangan dalam sebuah rumah tangga adalah tentang penghasilan, pengeluaran rutin, dan tabungan. Bicarakan mengenai pembagian tanggung jawab, siapakah yang akan mengatur pemasukan dan pengeluaran? Berapa yang akan ditabung? Dan siapakah yang akan membuat anggaran untuk semua itu? Hal ini perlu didiskusikan karena Anda berdua perlu tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing dalam mengatur uang.

8. Bagaimana Anda Akan Membicarakan Masalah Keuangan Kelak?
Ketika Anda sudah memiliki rencana keuangan yang matang, diskusikanlah bagaimana cara mengajak pasangan berbicara apabila terjadi masalah keuangan kelak. Banyak pertengkaran terjadi karena salah memilih waktu bicara. Jadi sebelum ini menimpa Anda, bicarakan terlebih dulu tentang bagaimana Anda berdua akan menghadapi masalah seperti itu di masa mendatang.

9. Haruskan Anda Membuat Perjanjian Pranikah?
Membuat perjanjian pranikah bukan lagi hal yang tabu. Dalam beberapa kasus, perjanjian ini penting dibuat terutama ketika penghasilan Anda lebih tinggi dari pasangan, atau pasangan Anda memiliki cukup banyak utang. Jangan membayangkan perjanjian pranikah sebagai hal yang akan membawa Anda ke sebuah perceraian. Justru dengan adanya perjanjian ini penyelesaian masalah-masalah keuangan dalam rumah tangga bisa lebih jernih.
(eya/hst)
sumber:wolipop.com